Saturday, December 15, 2007
PENGURUS BESAR IMTEK
Pengurus IMTEK yang pertama yaitu Bang Herwan (2000-2001) disusul Surya Putra (2001-2002) Dessy (2002-2003) Agus (2003-2004) Sumar'in (2004-2005) Wahyudi (2005-2006) Asman (2006-2007) dan Periode 2007-2008 ini IMTEK di pimpin Oleh Mahasiswa yang berasal dari Desa Sungai Kumpai Dusun Semayaong yang juga tinggal Di asrama Mahasiswa Kabupaten Sambas S.M. Tsjafioeddien. beliau adalah Jepriadi yang punya Blog ini, Kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Masuk Di UNTAN pada tahun 2005.
JEpriadi di temani seorang sekretari Vima Pablima dan bendahara Ahmad Dhani.
Sunday, December 2, 2007
RESUME DISKUSI
PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN HIV/AIDS
Dalam Rangka Peringatan Hari AIDS Sedunia, 1 Desember
AMKS “S.M. Tsjafioeddin” –
Pelaksana:
Biro Humas dan Partisipasi Pembangunan AMKS “S.M. Tsjafioeddin”.
Narasumber:
1. S.S. Novianty (Komisi Penanggulangan AIDS
2. Wisnu Budi Prasetyo (Kelompok Dukungan Sebaya “Arwana”)
Secara etimologis seks berarti jenis kelamin. Tetapi, orang di
Hubungan seksual sangat berhubungan erat dengan HIV/AIDS. Karena HIV/AIDS bukan sekedar penyakit. Melainkan, dipengaruhi oleh faktor perilaku hubungan seksualitas. Walaupun prevalens tertular virus HIV melalui hubungan seksual hanya sebesar 1/2000 kali. Akan tetapi, kita tidak bisa menentukan pada hubungan ke berapa kita akan tertular. Mungkin yang ketiga, mungkin pula yang pertama. Oleh karena itu, jauhi perilaku hubungan seksual yang berisiko tinggi.
Memakai kondom merupakan satu-satunya cara untuk mencegah penularan AIDS melalui hubungan seksual. Kondom dapat melindungi gesekan antara kulit dengan kulit (skin to skin) yang menyebabkan luka. Dengan terhindarnya luka, maka virus HIV tidak akan tertular. Kondom cenderung lebih berhasil, bila dibandingkan dengan vaksin. Berdasarkan hasil penelitian, vaksin hanya mampu untuk mencegah penularan HIV sebesar 30-40%. Sedangkan, kondom mampu mencegah sebesar 99%. Jadi kondom merupakan alat yang ampuh untuk mencegah penularan HIV melalui hubungan seksual. Oleh karena itulah,
Setiap kita adalah berisiko tertular HIV, karena di dalam tubuh kita terdapat HIV yang tidak aktif. Cara mengaktifkannya hanya ada dua, yaitu melalui jarum suntik dan hubungan seksual. Satu-satunya cara untuk mengetahui HIV positif atau negatif dengan VCT (Voluntery Conseling Testing).
Hingga saat ini belum ditemukan obat AIDS.
HIV dan AIDS itu berbeda. HIV (Human Immunedeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan manusia. Sedangkan, AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrom) adalah kumpulan penyakit yang disebabkan oleh rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia. HIV hanya dapat menular melalui cairan yang ada dalam tubuh manusia. Banyak cairan yang ada dalam tubuh manusia, seperti air mata, air liur, keringat, darah, cairan vagina, air mani, air susu ibu. Dari cairan-cairan tersebut hanya 4 cairan yang dapat menularkan virus HIV. Cairan itu ialah darah (paling rentan), cairan vagina, air mani dan air susu ibu.
AIDS merupakan penyakit yang sangat berbahaya. Penyakit ini tergolong penyakit yang membunuh manusia yang berada pada peringkat ketiga setelah kanker dan sakit jantung. HIV/AIDS tidak menyerang hewan. Karena sel hewan tidak RNA yang terdapat pada tubuh manusia. Sementara HIV mengikat RNA. Oleh karena itu, hanya manusia yang dapat tertular HIV, sedangkan hewan tidak.
Masa inkubasi virus HIV, dari stadium awal hingga stadium AIDS tergantung pada pola hidup. Rata-rata masa inkubasi tersebut dari 5 hingga 7, bahkan sampai 10 tahun. Ciri-ciri penderita AIDS adalah infeksi oportunistik yang meliputi (1) berat badan menurun 10%; (2) demam berkepanjangan; (3) diare; (4) batuk – TBC; dan sebagainya.
Anak dalam kandungan tidak tertular HIV, karena anak tersebut terbungkus oleh plasenta yang kebal (immune) terhadap virus apapun. Kemungkinan tertular anak adalah pada saat kelahiran normal. Virus itu menular, karena anak akan terkena darah kelahiran, baik mata mulut dan sebagainya. Oleh karena itu, disarankan kepada ibu yang HIV+ untuk melahirkan dengan jalan sesar.
Masa aktif virus di jarum suntik yang terbungkus selama 4 -6 minggu. Sedangkan, virus di luar tubuh akan langsung mati. Oleh karena itu, KPA Kota Pontianak memiliki program pertukaran jarum suntik untuk para pecandu narkoba, dan metadon – pembagian candu mekanis/sintetik, dengan efek rendah, legal dan murah.
Prevalensi tertularnya melalui perilaku hubungan homoseksual 50%. Risiko tersebut sangat besar karena hubungan seksual yang dilakukan melalui dubur yang menyebakan luka pada dubur dan alat kelamin sebesar. Begitupula, risiko pada perilaku lesbian, yang melakukan hubungan dengan menggunakan sex toys dan terjadinya pertukaran cairan. Oleh karena itu, program kondomisius 100% adalah solusinya, baik pada pria maupun wanita.
KPA Kota Pontianak dan KDS “Arwana” siap untuk mensupport kegiatan mahasiswa dalam rangka pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Walaupun bukan dalam hal dana, KPA dan KDS “Arwana” siap untuk membantu menjadi narasumber dalam agenda sosialisasi ke kelurahan atau daerah-daerah. Di samping itu, KPA Kota Pontianak dan KDS “Arwana” juga sangat menyambut baik, keinginan mahasiswa untuk menjadi aktivis pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS.
Menurut Novi, berkenaan dengan program pencegahan HIV/AIDS, Program ATM KONDOM itu sangat bagus. Karena, bagaimanapun kondom tidak akan dapat menghalalkan perbuatan yang haram, yaitu hubungan seksual di luar nikah. Yang haram tetaplah haram. Akan tetapi, kondom akan dapat mengurangi risiko tertular virus HIV. Berarti kondom itu ada manfaatnya. Coba kita berpikir, apakah pada saat kita menemukan, diberi atau membeli kondom, langsung kita ingin melakukan hubungan seksual di luar nikah. Tentu, tidak
Melihat semakin meluasnya perkembangan HIV/AIDS, dan keyakinan akan manfaat kondom maka kampanye kondom digencarkan. Kampanye kondom yang dilakukan bukan sekedar pada kelompok yang berisiko tinggi (high risk). Akan tetapi, juga terhadap kelompok berisiko rendah (low risk). Karena HIV/AIDS dapat menyerang siapa saja yang berperilaku berisiko. Dan, perlu dicamkan bahwa setiap kita adalah berisiko, karena ada dalam setiap tubuh manusia itu telah ada virus HIV. Virus itu akan aktif jika kita melakukan perilaku yang berisiko, yaitu menggunakan jarum suntik dan hubungan seksual tanpa kondom dengan pasangan yang HIV positif.
ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) pada dasarnya sama saja dengan kita. Mereka wajib untuk mendapatkan tempat sebagaimana manusia yang lain. Hanya saja mereka memerlukan pendampingan dan dukungan dari kita sebagai sesama manusia. Agar mereka dapat hidup lebih baik. Oleh karena itu, pemberian tanda HIV+ pada KTP atau kartu identitas lainnya, merupakan kebijakan yang diskriminatif. Hal itu melanggar HAM si penderita. Karena, akan membuat penderita HIV/AIDS dijauhi oleh masyarakat, yang masih cenderung diskriminatif dan merasa “religius”. Tugas kita adalah menuntut hak kita sebagai warga negara.
Dukungan moral terhadap penderita HIV/AIDS sangat berperan untuk mempercepat kesembuhan dan memperpanjang usia mereka. Pemberian dukungan akan meransang pertambahan hormon endorfin. Yaitu hormon yang dapat ditingkatkan kapasitasnya melalui aktivitas hubungan seksual, rasa bahagia, dan olahraga. Dukungan moral inilah yang akan membangkitkan sensor psikomotorik rasa bahagia pada si penderita. Dengan demikian, ia lebih bersemangat untuk sembuh dan hidup lebih baik.
Pesan narasumber di akhir acara: (1) Kondom adalah pencegahan utama terhadap penularan HIV melalui hubungan seksual; (2) perlakukanlah ODHA sebagaimana manusia yang lain.